Meriahkan Muskerwil NU Jateng, Ki Enthus Ajak Masyarakat Ngaji Lagi

Ribuan masyarakat terlihat terhibur saat dalang Ki Enthus Susmono dengan wayangnya hadir memeriahkan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, jum’at (20/4) malam di terminal Bobotsari, salah satu area Muskerwil.
Saat memainkan wayangnya, Dalang Ki Enthus mengajak ribuan masyarakat untuk menjunjung toleransi.
“Daripada saling menghujat dan mencaci, mendingan orang NU itu ngaji lagi. Ditata akhlak dan hatinya.” ujar Ki Enthus.
Ki Enthus juga menyampaikan lewat wayangnya agar masyarakat NU menjadi penebar kebaikan, kesejukan, serta selalu ada dalam ranah pemersatu.
“Kalau orang lain saling menghina, orang NU balesnya dengan kedamaian dengan kebaikan. Jangan melihat organisasi berbeda wadahnya berbeda untuk menebar kebaikan. Yang penting bukan wadahnya melainkan isinya,” lanjutnya.
Saat menghibur masyarakat Ki Enthus juga menyampaikan tentang salam, salam itu terbagi tiga, ada yang wajib dijawab, yang haram dijawab, dan yang membuat serem kalo dijawab.
“Yang wajib di jawab, salamnya orang yang ceramah, yang pidato, serta orang yang papasan. Yang haram dijawab, salamnya imam sholat. Dan yang serem kalo dijawab, yaitu salamnya orang yang sedang ziarah kubur dijawab oleh mayit yang sudah dikubur.” ujar dalang yang saat ini mencalonkan kembali sebagai Bupati Tegal periode kedua.
Pagelaran wayang santri dengan dalang Ki Enthus Susmono merupakan bagian kegiatan tambahan yang sengaja disajikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purbalingga selaku tuan rumah Muskerwil NU Jateng. Beberapa kegiatan lainnya, yakni pawai budaya, apel Banser, Bazar, dan Seminar Nasional dengan narasumber Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Hanif Dhakiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *